//
you're reading...
Uncategorized

PENGANGGURAN

Pengangguran, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata – kata yang satu ini bagaimana tidak di Indonesia tingkat penganggurannya terhitung tinggi dibandingkan Negara – Negara asia lainnya tingkat pengangguran di Negara kita mencapai 12% lebih dari jumlah penduduk yang ada di Negara ini tinggal kita menghitung berapa banyak kira – kira 12% dari jumlah penduduk di indonesia ini yang jumlah penduduknya lebih dari 200 juta penduduk,sehingga sangat mudah bagi kita menemukan yang namanya pengangguran,hal ini sungguh memperihatinkan memang.tetapi yang lebih memprihatinkan lagi adalah ternyata banyak dari pengangguran – pengangguran tersebut adalah mereka – mereka yang memiliki gelar artinya mereka yang menyelesaikan pendidikan diperguruan tinggi mulai dari Diploma III bahkan sampai Sarjana (S1) pun masih banyak yang menjadi pengangguran.Tentu ini membuat hati kita terhenyak dan merasa heran,termasuk saya sendiri sebagai penulis yang sedang menjalani perkuliahan merasa demikian,ko bisa?

 

Saat ini berbagai Universitas sedang memulai kegiatan perkuliahan bagi mahasiswa baru. Puluhan bahkan ratusan atau bahkan ribuan universitas yang ada di negara ini berebut meraih mahasiswa sebanyak-banyaknya. PTS (Perguruan Tinggi Swasta) maupun PTN(Peguruan Tinggi Negri) masing-masing berlomba – lomba menawarkan program studi bagi calon mahasiswa dengan biaya dari mulai yang termurah sampai paling mahalpun ada yang menawarkannya. Impian kita dan setiap para calon mahasiswa dan mahasiswi yang masuk kuliah tentunya pada saat lulus nanti akan dapat bekerja di kantor yang bonafit dan bergengsi dengan gaji jutaan Rupiah. Karena dengan menjadi sarjana salah satu jalan menjadi orang kaya,sukses dan terhormat. Sama sekali tidak terlintas di benak kita dan mereka bila pada saat lulus nanti kita harus menjadi pengangguran,membayangkannyapun rasanya agak sulit mungkin,maklumlah itu suatu hal yang buruk bila terjadi.

Mungkinkah kondisi perekonomian yang masih lesu merupakan pemicu utama besarnya pengangguran terdidik di Negara kita ini. Banyak industri besar yang biasanya memerlukan banyak tenaga terampil dan terdidik (termasuk lulusan sarjana) saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena naiknya harga minyak mentah dunia dan juga karena daya saing ekspor yang rendah.Ataukah memang ini menyangkut lulusan perguruan tingginya juga?banyak pengamat dan orang – orang yang lebih memahami hal ini juga mengeluhkan yang demikian.

Apakah seorang sarjana seharusnya mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan mereka yang bukan sarjana?harus mampu berpikir kreatif dan inovatif?jika kita telaah dan pikirkan tentu seorang sarjana harus demikan ini juga merupakan suatu tuntutan bagi para sarjana. Sebetulnya seorang sarjana juga diharapkan dapat menjadi pelopor, tidak menunggu kesempatan. Namun yang menjadi persoalan saat ini adalah,tidak semua sarjana mempunyai pemikiran seperti itu. Jika sudah begini tentu emua ini sangat erat kaitannya dengan proses pembentukan sarjana dalam pendidikannya di perguruan tinggi. Karena tidak dapat dipungkiri hal tersebut besar pengarunya terhadap kualitas seorang sarjana.

 

Sepertinya banyak Perguruan Tinggi yang bingung dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi, yaitu antara memenuhi permintaan pasar atau bertahan dalam proses pendidikan tinggi yang sesuai dengan curriculum yang ideal.Ada banyak perguruan tinggi yang memenuhi Permintaan pasar,ini mereka wujudkan dengan cara membuka program studi yang saat ini dibutuhkan dunia kerja.sehingga banyak juga Perguruan Tinggi yang melihat peluang tersebut dan yang terjadi tentunya mereka berlomba – lomba membuka program – program studi yang menurut mereka saat ini sedang banyak dibutuhkan,akan tetapi pada saat ini banyak sekali perguruan tinggi yang yang dalam peruses pembentukan mahasiswa dan mahasiswinya sebetulnya lebih berorientasi pada peluang bisnis. Sehingga banyak lulusan dari perguruan tinggi dan program studi tersebut tidak memiliki bekal ilmu yang cukup untuk dapat bersaing di dunia kerja,yang ujung – ujungnya mereka menjadi sarjana yang tidak berkualitas tentunya.

Ini tentu menjadi tugas besar bagi mereka yang duduk di pemerintahan dan yang berwenang dalam hal tersebut.pemerintah diharapkan dapat memantau perkembangan semua perguruan tinggi baik yang negeri maupun swasta serta pemerintah juga diharapkan memperketat peraturan dan proses pendirian suatu lembaga pendidikan,sekolah tinggi dan hal – hal lain yang menyangkut dunia pendidikan di negeri ini yang ternyata lebih mementingkan segi bisnisnya daripada segi kualitas dan mutu lulusannya yang seharusnya menjadi beban dan tanggung jawab mereka.

Terlepas dari semua itu,bukan tidak ada Perguruan Tinggi yang memang lebih berorientasi pada kualitas lulusannya daripada memikirkan peluang bisnis yang bisa mereka manfaatkan melalui dunia pendidikan yang mereka kelola.

About komukblangsak

just be your self

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: