//
you're reading...
Uncategorized

Ruang lingkup Akhlak

sebenarnya akhlak dalam Islam cukup luas merangkumi segenap perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia  dengan sesamanya serta hubungan manusia dengan Allah,serta hubungan manusia dengan makhluk lainnya.

Akhlak manusia terhadap Allah : dimana ciri-ciri penting akhlak manusia terhadap Allah swt ialah:

ðBeriman kepada Allah :yaitu mengakui, mempercayai dan meyakini bahwa Allah itu wujud serta beriman dengan rukun-rukunnya dan melaksanakan tuntutan-tuntutan di samping meninggalkan larangan – larangannya serta sifat dan bentuk syirik terhadapnya.

ðBeribadah atau mengabdikan diri, tunduk, taat dan patuh kepada Allah : yaitu melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangannya dengan ikhlas semata-mata kerana Allah swt.

ðSenantiasa bertaubat dengan tuhannya : yaitu apabila seseorang mukmin itu terlupa atau jatuh kepada lubang kemusrikan dan kesilapan yang tidak seharusnya dilakukan lalu ia segera sadar dan insaf lalu meminta taubat atas kesalahan dan kelalaiannya.

ðMencari keridhoan Tuhannya : yaitu senantiasa mengharapkan ridho Allah dalam segala usaha dan amalannya. Segala gerak geri hidupnya hanyalah untuk mencapai keridhoan Allah bukan mengharapkan keridhoan manusia.

ðMelaksanakan perkara-perkara yang wajib, fardhu dan nawafil.

ðRidho menerima Qadha’ dan Qadar Allah : Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : “Apabila mendapat kesenangan dia bersyukur dan apabila dia ditimpa kesusahan dia bersabar maka menjadilahbaikbaginya.”

 

Ø Akhlak antar manusia :

 

ðAkhlak dengan Rasulullah : yaitu beriman dengan penuh keyakinan bahawa nabi Muhammad saw adalah benar-benar nabi dan Rasul Allah yang menyampaikan risalah kepada seluruh manusia dan mengamalkan sunnah yang baik yang berbentuk suruhan ataupun larangan.

ð Akhlak pada ibu bapak : yaitu berbuat baik (berbakti) ke pada ibu bapak. Berbuat baik di sini mengandungi arti meliputi dari segi perbuatan, perkataan dan tingkah laku. Contohnya berkata dengan sopan dan hormat, merendahkan diri, berd’oa untuk keduanya dan menjaga keperluan hidupnya apabila mereka telah uzur dan sebagainya.

 

ðAkhlak pada guru : Maksud dari sebuah hadits Nabi saw: “Muliakanlah orang yang kamu belajar daripadanya.” Setiap murid dikehendaki memuliakan dan menghormati gurunya karena peranan guru mengajarkan sesuatu ilmu yang merupakan perkara penting di mana dengan ilmu tersebut manusia dapat menduduki tempat yang mulia dan terhormat dan dapat mengatasi berbagai kesulitan hidup baik  kehidupan di dunia ataupun di akhirat kelak.

ðAkhlak terhadap tetangga : Umat Islam dituntut supaya berbuat baik terhadap tetangga.

ðAkhlak terhadap istri : Firman Allah swt yang bermaksud : “Dan gaulilah olehmu istri-istri itu dengan baik.”

ðAkhlak terhadap anak-anak : Islam menetapkan peraturan terhadap anak-anak. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : “anak-anak lelaki disembelih aqiqahnya pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama dengan nama yang baik dan dihindarkan ia daripada perkara-perkara yang memudharatkan. Apabila berusia enam tahun hendaklah diberi pengajaran dan pendidikan akhlak yang baik.”

ð Akhlak terhadap kaum kerabat : Firman Allah yang bermaksud : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat.”

 

Ø Akhlak terhadap makhluk selain manusia :

 

ð Malaikat : Akhlak Islam menuntut seseorang muslim supaya menghormati para malaikat dengan menutup kemaluan walaupun bersendirian dan tidak ada orang lain yang melihat.

ðJin : Adab terhadap golongan jin antaranya Rasulullah melarang membuang hadast kecil di dalam lubang-lubang di bumi karena ia adalah kediaman jin. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : “Jangan kamu beristinja dengan tahi kering dan jangan pula dengan tulang-tulang kerana sesungguhnya tulang-tulang itu adalah makanan saudara kamu dari kalangan jin.”

ð Hewan ternak : Hewan yang digunakan untuk bekerja, maka tidak boleh dibebani di luar kesanggupannya apalagi dianiaya atau disakiti. Malah ketika hendak menyembelih untuk dimakan sekalipun,hendaklah penyembelihan dilakukan dengan cara yang paling baik yaitu dengan menggunakan pisau yang tajam, tidak mengasah pisau di hadapan hewan tersebut atau menyembelih hewan di samping hewan yang lain.

ðHewan bukan ternak : tidak menganiayai yang bukan ternak.

ðAlam : Manusia diperintahkan untuk melestarikan  sumber-sumber alam demi kebaikan bersama. Islam menetapkan bahwa alam ini tidak boleh dicemari dengan kekotoran yang dapat merusak  kehidupan manusia dan kehidupan lainnya.

 

About komukblangsak

just be your self

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: